TIU
6 menit baca3 contoh soal

Analitis

Analitis mengukur kemampuan mengurai informasi (urutan, posisi, syarat) lalu menarik kesimpulan. Latih pemetaan, pernyataan jika-maka, dan kedisiplinan tidak menambah fakta.

Kembali ke materi belajar

Kisi-kisi SKD merumuskan analitis sebagai kemampuan menganalisis informasi yang diberikan dan menarik kesimpulan. Soal bisa berupa urutan duduk, jadwal, jalur, atau kumpulan syarat. Ini bukan tes pengetahuan umum.

Apa yang diuji

Analitis di TIU dekat dengan logika syarat, bukan esai. Kamu diberi mini-dunia: lima orang antri, empat rapat, tiga jalur. Tugasnya: siapa yang pasti di ujung, siapa yang tidak mungkin berdampingan, apa yang mengikuti jika satu syarat ditambah.

Alat pikir

  • Tabel atau garis posisi untuk soal duduk dan urutan.
  • Panah implikasi untuk jika-maka.
  • Daftar 'pasti ya / pasti tidak / mungkin' agar tidak mencampur.
  • Eliminasi opsi yang menabrak satu syarat saja. Satu tabrakan cukup untuk membuang.

Implikasi yang sering salah

Jika hujan maka jalan basah. Jalan basah tidak membuktikan hujan (bisa sapuan air). Tidak hujan tidak membuktikan jalan kering? Tunggu: kontraposisi yang sah adalah 'jika jalan tidak basah maka tidak hujan'. Latihlah membedakan afirmasi akibat (salah) dari kontraposisi (benar).

Jebakan umum

  • Mengisi kekosongan dengan asumsi 'biasanya orang Indonesia...'.
  • Membaca 'beberapa' sebagai 'mayoritas' atau 'semua kecuali satu'.
  • Lupa syarat negatif ('B tidak di ujung').
  • Menjawab berdasarkan opsi terpanjang, bukan yang paling terpaksa oleh data.

Poin kunci

  • Semua jawaban harus tertopang teks soal. Pengetahuan luar hanya mengganggu.
  • Ubah syarat jadi notasi: A > B, A di kiri C, jika P maka Q.
  • Kontraposisi: jika P maka Q sama dengan jika tidak Q maka tidak P. Bukan 'jika Q maka P'.
  • Syarat 'harus' berbeda dari 'boleh'. Jangan menukar modalitas.
  • Soal jalur/urutan: gambar garis, isi yang pasti dulu, baru yang fleksibel.
  • Jika dua susunan masih mungkin, kesimpulan yang 'pasti' hanya yang muncul di semua susunan.

Contoh soal

Soal 1

Lima pegawai A, B, C, D, E antri. A di depan C. D di belakang B. E di antara A dan B. Urutan dari depan yang mungkin adalah...

  1. A. A, E, B, C, D
  2. B. A, C, E, B, D
  3. C. B, D, E, A, C
  4. D. A, E, C, B, D
  5. E. E, A, B, D, C

Pembahasan: A di depan C, E di antara A dan B sehingga pola A-E-B atau B-E-A. D di belakang B. Opsi A: A, E, B, C, D memenuhi A di depan C, E di antara A dan B, D di belakang B. Opsi lain menabrak salah satu syarat.

Soal 2

Jika arsip dibuka maka lampu menyala. Lampu tidak menyala. Kesimpulan yang sah adalah...

  1. A. Arsip pasti dibuka
  2. B. Arsip tidak dibuka
  3. C. Lampu rusak
  4. D. Arsip dibuka tetapi gelap
  5. E. Tidak ada kesimpulan

Pembahasan: Kontraposisi: jika lampu tidak menyala maka arsip tidak dibuka. Itu wajib. Opsi kerusakan lampu menambah fakta di luar premis.

Soal 3

Semua jadwal rapat hari ini di ruang 2 atau ruang 3. Rapat anggaran tidak di ruang 3. Maka rapat anggaran...

  1. A. Boleh di ruang 1
  2. B. Pasti di ruang 2
  3. C. Pasti dibatalkan
  4. D. Pasti di ruang 3
  5. E. Tidak dapat ditentukan

Pembahasan: Hanya dua ruang yang diizinkan. Ruang 3 tertutup untuk rapat anggaran, jadi ruang 2 wajib. Ruang 1 di luar premis.

Tips menjawab soal

  • Kerjakan syarat mutlak dulu (pasti di ujung, pasti berdampingan), baru syarat bersyarat.
  • Untuk 'mana yang pasti benar', uji opsi ke semua denah yang masih legal.
  • Jika soal panjang, jangan baca opsi dulu. Petakan, baru cocokkan.
  • Kalau waktu mepet, analitis yang butuh denah 5 variabel boleh dilewati dulu. Ambil soal verbal pendek.

Sudah paham materinya?

Uji pemahaman dengan bank soal topik Analitis. Jawaban dan pembahasan langsung terlihat.

Latihan Analitis

Cakupan TIU

Soal SKD
35
Ambang batas
80

Materi TIU lainnya

ringkasan-skd-cpns