Menurut kisi-kisi SKD, analogi mengukur kemampuan bernalar lewat perbandingan dua konsep kata yang punya hubungan tertentu, lalu memakai hubungan itu pada situasi lain. Kuncinya bukan kosakata sebanyak mungkin, melainkan ketepatan relasi.
Apa yang diuji
KepmenPANRB 321/2024 menempatkan analogi di kemampuan verbal TIU. Format CAT biasanya A : B = C : D, atau 'X berbanding Y seperti P berbanding ...'. Kamu diuji mentransfer struktur hubungan, bukan mengarang cerita.
Jenis relasi yang paling sering
- Sinonim: pintar : cerdas = rapuh : ringkih.
- Antonimi: naik : turun = terang : gelap.
- Bagian-keseluruhan: jari : tangan = daun : pohon.
- Fungsi/alat: pena : menulis = pisau : memotong.
- Pelaku-objek atau pelaku-tempat: dokter : rumah sakit = hakim : pengadilan.
- Sebab-akibat: virus : infeksi = gempa : kerusakan.
- Derajat: hangat : panas = sepi : sunyi.
- Bahan-hasil: tepung : roti = kayu : meja.
Latih menulis relasi sebagai predikat, bukan sebagai tema. 'Sekolah' dan 'guru' satu tema, tetapi relasinya bisa tempat kerja, pelaku, atau hasil didik. Tema yang sama adalah umpan pengecoh paling sering di CAT.
Langkah menjawab
- Ubah pasangan pertama jadi kalimat relasi yang ketat. Contoh: 'termometer dipakai mengukur suhu'. 2) Terapkan kalimat itu ke C. 3) Cek arah: subjek ke objek, umum ke khusus, sebab ke akibat. 4) Buang opsi yang hanya berasosiasi. 5) Jika dua opsi tersisa, pilih yang paling spesifik dan sejajar secara tata kategori (benda-benda, sifat-sifat, profesi-profesi).
Contoh kerja: MAHKAMAH : HAKIM = RUMAH SAKIT : ? Kalimat ketat: 'hakim bekerja di mahkamah'. Maka jawaban yang sejajar adalah dokter, bukan obat atau pasien. Obat adalah sarana, pasien adalah objek. Kategori pelaku-tempat harus tetap pelaku-tempat.
Jebakan umum
- Memilih kata yang paling akrab secara tema, bukan relasi.
- Membalik arah: A bagian dari B, tetapi opsi membuat C adalah keseluruhan dari D.
- Mencampur jenis kata: pasangan pertama benda-benda, jawaban tiba-tiba sifat.
- Mengabaikan nuansa: 'murah hati' bukan sinonim sempurna dari 'boros'.
Poin kunci
- Rumus: A : B = C : ? berarti 'A berhubungan dengan B dengan cara yang sama C berhubungan dengan jawaban'.
- Tentukan relasi dulu (sinonim, antonim, fungsi, sebab-akibat, derajat, ruang, pelaku-objek), baru lihat opsi.
- Pengecoh sering satu ranah tema (semua kata tentang sekolah) tetapi relasinya beda.
- Jaga arah relasi. Jika A adalah alat untuk B, jawaban harus alat untuk C, bukan kebalikannya.
- Kata majemuk dan istilah resmi harus dibaca utuh, jangan dipecah sembarangan.
Contoh soal
Soal 1
KAKI : SEPATU = TANGAN : ...
- A. GELANG
- B. SARUNG TANGAN
- C. JARI
- D. SIKU
- E. KUKU
Pembahasan: Relasi fungsi pelindung/penutup: sepatu untuk kaki, sarung tangan untuk tangan. Gelang adalah perhiasan, jari dan siku adalah bagian, kuku bukan padanan sepatu.
Soal 2
HAKIM : PUTUSAN = DOKTER : ...
- A. STETOSKOP
- B. RUMAH SAKIT
- C. DIAGNOSIS
- D. PASIEN
- E. OBAT
Pembahasan: Hakim menghasilkan putusan sebagai keluaran profesinya. Dokter menghasilkan diagnosis. Stetoskop adalah alat, rumah sakit tempat, pasien objek, obat sarana. Yang sejajar 'putusan' adalah 'diagnosis'.
Soal 3
KEKURANGAN : KEKERINGAN = KELEBIHAN : ...
- A. HUJAN
- B. BANJIR
- C. WADUK
- D. IRIGASI
- E. EMBUN
Pembahasan: Kekurangan air berujung kekeringan (sebab-akibat, derajat ekstrem). Kelebihan air berujung banjir. Hujan adalah peristiwa, waduk dan irigasi adalah infrastruktur.
Tips menjawab soal
- Tulis relasi dalam satu frasa di kepala: 'alat untuk', 'lawan kata', 'tempat kerja'. Frasa itu harus cocok ke pasangan kedua tanpa diutak-atik.
- Jika opsi berisi dua sinonim, cek apakah pasangan pertama juga sinonim. Jangan campur dengan antonim.
- Hati-hati kata yang punya banyak makna (bisa, bisa; bisa racun vs mampu). Pilih makna yang membuat relasi paling ketat.
- Latihan dengan mengucapkan kalimat lengkap, bukan hanya menatap dua kata.
Sudah paham materinya?
Uji pemahaman dengan bank soal topik Analogi Verbal. Jawaban dan pembahasan langsung terlihat.
Latihan Analogi VerbalCakupan TIU
- Soal SKD
- 35
- Ambang batas
- 80