TIU
6 menit baca3 contoh soal

Silogisme

Silogisme mengukur kemampuan menarik kesimpulan dari dua premis. Kuasai kuantitator (semua, sebagian, tidak ada), diagram himpunan, dan larangan menambah informasi di luar premis.

Kembali ke materi belajar

Kisi-kisi SKD merumuskan silogisme sebagai kemampuan menarik kesimpulan dari dua pernyataan yang diberikan. Kesimpulan sah hanya jika ia wajib mengikuti premis, bukan karena kelihatan masuk akal di dunia nyata.

Apa yang diuji

Format umum: dua atau tiga premis, lalu 'kesimpulan yang sah adalah'. Kadang semua opsi berupa kesimpulan, kadang ada opsi 'tidak dapat disimpulkan'. Opsi terakhir sering benar jika premis tidak beririsan wajib.

Aturan yang paling berguna

  • Semua A adalah B, semua B adalah C → semua A adalah C.
  • Semua A adalah B, sebagian C adalah A → sebagian C adalah B.
  • Semua A adalah B, tidak ada C yang B → tidak ada C yang A.
  • Sebagian A adalah B, sebagian B adalah C → belum tentu ada A yang C.
  • Tidak ada A yang B, semua C adalah A → tidak ada C yang B.

Cara kerja di CAT

Tulis himpunan: A, B, C. Tandai 'semua' sebagai lingkaran di dalam lingkaran, 'sebagian' sebagai irisan yang ada, 'tidak ada' sebagai terpisah. Cek tiap opsi: apakah diagram memaksa opsi itu benar di semua kemungkinan? Jika masih ada kemungkinan lain, opsi itu tidak sah.

Jebakan umum

  • Memakai pengetahuan umum: 'Semua burung bisa terbang' itu salah di dunia nyata, tetapi jika premis bilang begitu, kamu ikut premis.
  • Membalik 'semua A adalah B' menjadi 'semua B adalah A'. Kebalikan tidak otomatis.
  • Menyimpulkan 'sebagian' menjadi 'semua', atau sebaliknya.
  • Mengabaikan kata 'hanya', 'kecuali', 'selalu', 'tidak pernah'.

Poin kunci

  • Premis mayor dan premis minor adalah data. Dunia nyata tidak boleh menambah fakta.
  • Kuantitator: semua / setiap, sebagian / ada, tidak ada / tidak satu pun. Ganti 'pada umumnya' dengan hati-hati: itu bukan 'semua'.
  • Dari dua premis 'sebagian', kesimpulan pasti sering tidak bisa ditarik.
  • Negasi ganda dan kata 'hanya' mengubah arah himpunan.
  • Kesimpulan yang memakai kata mutlak ('pasti semua') padahal premis lemah adalah pengecoh.
  • Gambar lingkaran (Venn sederhana) di kertas buram: 10 detik sketch menghemat 30 detik ragu.

Contoh soal

Soal 1

Premis: Semua analis jujur. Sebagian pegawai adalah analis. Kesimpulan yang sah adalah...

  1. A. Semua pegawai jujur
  2. B. Sebagian pegawai jujur
  3. C. Tidak ada pegawai yang jujur
  4. D. Semua orang jujur adalah analis
  5. E. Tidak dapat ditentukan apakah ada pegawai yang jujur

Pembahasan: Sebagian pegawai adalah analis, dan semua analis jujur, maka sebagian pegawai (yang analis itu) jujur. 'Semua pegawai jujur' terlalu jauh. Kebalikan 'semua orang jujur adalah analis' tidak sah.

Soal 2

Premis: Tidak ada naskah rahasia yang boleh dibagikan. Semua laporan X adalah naskah rahasia. Kesimpulan yang sah adalah...

  1. A. Sebagian laporan X boleh dibagikan
  2. B. Semua laporan X boleh dibagikan
  3. C. Tidak ada laporan X yang boleh dibagikan
  4. D. Laporan X bukan naskah
  5. E. Naskah rahasia harus diumumkan

Pembahasan: Laporan X masuk himpunan naskah rahasia. Tidak ada anggota himpunan itu yang boleh dibagikan. Maka tidak ada laporan X yang boleh dibagikan.

Soal 3

Premis: Sebagian A adalah B. Sebagian B adalah C. Kesimpulan yang pasti benar adalah...

  1. A. Sebagian A adalah C
  2. B. Semua A adalah C
  3. C. Tidak ada A yang C
  4. D. Semua C adalah A
  5. E. Tidak ada kesimpulan pasti tentang hubungan A dan C

Pembahasan: Irisan A-B dan B-C tidak menjamin irisan A-C. B yang irisan dengan A bisa berbeda anggota dari B yang irisan dengan C. Maka tidak ada kesimpulan pasti.

Tips menjawab soal

  • Jika ragu, tanya: 'bisakah saya menggambar premis tanpa kesimpulan ini?' Jika bisa, kesimpulan tidak wajib.
  • Utamakan opsi yang paling lemah secara logika (sebagian, mungkin) hanya jika premis mendukung. Jangan pilih yang lemah kalau premis justru 'semua'.
  • Lingkaran overlapping untuk 'sebagian'. Jangan langsung menempelkan tiga himpunan jadi satu.
  • Latihan 3 premis (silogisme rantai) terpisah dari 2 premis. Rantai butuh urutan A-B-C yang nyambung.

Sudah paham materinya?

Uji pemahaman dengan bank soal topik Silogisme. Jawaban dan pembahasan langsung terlihat.

Latihan Silogisme

Cakupan TIU

Soal SKD
35
Ambang batas
80

Materi TIU lainnya

ringkasan-skd-cpns