Kisi-kisi SKD merumuskan deret angka sebagai kemampuan melihat pola hubungan angka. Soal memberi barisan, kamu mencari suku berikutnya atau suku yang salah. Polanya hampir selalu aritmetika, geometri, selang-seling, atau gabungan sederhana.
Apa yang diuji
Kamu diuji ketelitian pola, bukan kreativitas. Jika dua pola bisa menjelaskan 3 suku tetapi hanya satu yang menjelaskan 5 suku, pilih yang konsisten di semua suku yang diberikan.
Checklist 30 detik
- Selisih suku ke-2 minus suku ke-1, lalu seterusnya.
- Bagi suku berikutnya dengan suku sekarang (jika semua positif dan tidak nol).
- Pisah suku ganjil-genap.
- Cek kuadrat dan kubik di sekitar angka yang kelihatan akrab (25, 36, 49, 8, 27, 64).
- Cek digit: kadang pola pada jumlah digit atau balik angka, tetapi itu lebih jarang. Utamakan selisih dan rasio.
Contoh pola
- Aritmetika: 7, 12, 17, 22, ... beda +5.
- Geometri: 3, 6, 12, 24, ... kali 2.
- Selisih naik: 2, 3, 5, 8, 12, ... beda +1, +2, +3, +4.
- Selang-seling: 2, 9, 4, 9, 6, 9, ... deret A +2, deret B tetap 9.
- Kuadrat: 1, 4, 9, 16, 25.
Ada juga pola 'operasi berganti': kali lalu tambah, atau kurang lalu kali. Contoh 2, 6, 5, 15, 14: ×3, −1, ×3, −1. Setelah 14 suku berikutnya 42. Jika selisih tidak teratur dan rasio tidak konstan, pecah jadi dua operasi yang bergantian sebelum menyerah.
Jika muncul pecahan atau desimal, kalikan dulu semua suku dengan penyebut yang sama agar terlihat deret bilangan bulat. 0,25; 0,5; 1; 2 adalah geometri kali 2, bukan pola aneh.
Jebakan umum
- Melihat 2 suku lalu menyimpulkan. Butuh minimal 3–4 suku untuk konfirmasi.
- Mencampur plus dan kali tanpa bukti di suku tengah.
- Lupa deret selang-seling sehingga memaksa satu rumus untuk semua suku.
- Salah hitung selisih negatif (deret turun).
Poin kunci
- Langkah pertama: tulis selisih antarsuku. Jika selisih konstan, itu aritmetika.
- Jika rasio konstan, itu geometri (kali atau bagi).
- Jika selisih berubah teratur (+2, +4, +6), pola ada di selisih kedua.
- Selang-seling: pecah jadi dua deret (posisi ganjil dan genap).
- Pola pangkat: 1, 4, 9, 16 atau 2, 8, 18, 32 (n² + n², atau n³ ± k).
- Jangan memaksakan rumus sulit. SKD jarang memakai deret tak hingga atau kalkulus.
Contoh soal
Soal 1
2, 5, 10, 17, 26, ... suku berikutnya adalah...
- A. 35
- B. 36
- C. 37
- D. 38
- E. 39
Pembahasan: Selisih: +3, +5, +7, +9 (bilangan ganjil naik). Selisih berikutnya +11. 26 + 11 = 37.
Soal 2
3, 6, 5, 10, 9, 18, 17, ... suku berikutnya adalah...
- A. 16
- B. 32
- C. 34
- D. 36
- E. 15
Pembahasan: Pola selang: kali 2, lalu kurang 1. 3×2=6, 6−1=5, 5×2=10, 10−1=9, 9×2=18, 18−1=17, 17×2=34.
Soal 3
1, 4, 27, 16, 125, 36, ... suku berikutnya adalah...
- A. 49
- B. 216
- C. 64
- D. 343
- E. 48
Pembahasan: Selang-seling pangkat: 1³, 2², 3³, 4², 5³, 6², lalu 7³ = 343. Jangan memaksa satu pangkat untuk semua suku.
Tips menjawab soal
- Selalu tulis selisih di kertas. Mata telanjang mudah tertipu deret yang 'kelihatan naik'.
- Jika ada 9 di tengah-tengah yang mengulang, curiga selang-seling.
- Cek opsi dengan meneruskan pola ke suku yang sudah diketahui, bukan hanya ke depan.
- Kalau dua opsi cocok, lanjutkan satu suku lagi atau cek suku sebelumnya.
Sudah paham materinya?
Uji pemahaman dengan bank soal topik Deret Angka. Jawaban dan pembahasan langsung terlihat.
Latihan Deret AngkaCakupan TIU
- Soal SKD
- 35
- Ambang batas
- 80